Bukan Cuma Kamera Saja! Mengupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan Vivo X300 Pro



Selama ini, kita mengenal Vivo seri X sebagai "ponsel kamera sejati." Tapi dengan hadirnya Vivo X300 Pro, klaim tersebut perlu diperbarui. Perangkat ini bukan sekadar smartphone yang ditempeli lensa canggih; ia adalah sebuah all-rounder yang berhasil menutup hampir semua celah kekurangan pendahulunya, menjadikannya penantang serius di akhir tahun 2025.

Mari kita kupas tuntas hardware, software, hingga feel pemakaian Vivo X300 Pro, sebuah perangkat yang menurut reviewer layak disebut sebagai kandidat "Smartphone of the Year."

Kelebihan yang Paling Terasa: Kekuatan yang Tidak Sekadar Angka

1. Performa Gahar yang Konsisten

Di dapur pacu, Vivo X300 Pro mengandalkan chipset Dimensity 9500. Angka Antutu yang menembus batas 3 juta poin adalah jaminan bahwa ponsel ini siap menghadapi apa pun yang Anda bebankan. Dari multitasking berat, gaming di setelan tertinggi, hingga urusan content creation, semua terasa effortless. Bahkan, kemampuan rendering video 4K berdurasi 1 menit yang diselesaikan hanya dalam waktu 10 detik menunjukkan bahwa chipset ini memang didesain untuk produktivitas yang gesit.

2. Layar Rata: Jawaban Atas Keluhan Konsumen

Ini adalah upgrade desain yang paling disambut baik: Layar X300 Pro kini dibuat rata (flat), meninggalkan desain melengkung yang mungkin kurang disukai gamer. Dipadukan dengan resolusi tinggi, refresh rate 120 Hz, dan rating ketahanan IP68/IP69, ponsel ini terasa solid dan andal. Tambahan Shortcut Button fisik di samping juga memberikan feel yang praktis—sentuhan kecil yang menambah fungsionalitas.

3. Software yang Akhirnya Sempurna

Salah satu kritik terbesar pada seri Vivo sebelumnya telah ditanggulangi. Vivo akhirnya membawa software OriginOS versi penuh secara global, termasuk untuk unit Indonesia. Tampilannya kini terasa lebih simpel, rapi, dan modern. Keunggulan software ini makin terasa dengan fitur Office Kit yang memudahkan transfer data, screen mirroring, hingga remote control ke Windows atau MacBook.

4. Ekosistem Kamera Paling Komplet

Tentu saja, kamera adalah bintangnya. X300 Pro bukan hanya menjual lensa, tetapi menjual keseluruhan ekosistem:

  • Telefoto Monster: Sensor Telefoto 200 MP adalah hasil kolaborasi unik antara Vivo dan Samsung.

  • Imaging Chip Mandiri: Kehadiran chip pemrosesan VS1 (6nm) memastikan foto dan video yang dihasilkan minim noise dan punya clarity yang lebih baik.

  • The Kit: Dukungan Photographer Kit (yang mencakup tele kit lens dan camera grip yang berfungsi sebagai power bank) mengubah smartphone ini menjadi perangkat serius untuk fotografi lapangan.

Catatan Kritis: Kekurangan yang Sulit Ditemukan

Menariknya, X300 Pro adalah penyempurnaan yang berhasil menghilangkan hampir semua kekurangan signifikan dari seri X sebelumnya. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan:

  • Suhu Normal saat Dipaksa: Saat menjalankan game berat di setting tertinggi, ponsel ini akan terasa hangat. Ini wajar untuk flagship bertenaga tinggi, namun perlu diperhatikan bagi pengguna yang sensitif terhadap suhu.

  • Perlu Penyesuaian Warna Layar: Layar X300 Pro sangat vibran dan memanjakan mata. Namun, bagi Anda yang fokus pada akurasi warna untuk editing profesional, Anda wajib mengubah profil warna ke mode Natural atau Professional. Menggunakan preset bawaan (Bright/Vivid) dapat membuat foto yang Anda upload terlihat terlalu jenuh di perangkat lain.

Secara keseluruhan, Vivo X300 Pro berhasil memposisikan diri sebagai all-rounder yang sangat matang di akhir tahun 2025. Perpaduan antara kekuatan performa, software yang ramah pengguna, dan build quality premium menjadikannya pilihan investasi yang solid, melampaui sekadar ponsel yang kebetulan punya kamera bagus.


source gambar: https://www.vivo.com/id/products/x300-pro

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak