Menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA), orang tua tentu ingin membantu anak mempersiapkan diri sebaik mungkin. Namun, sebelum mulai menambah latihan soal, ada baiknya memahami materi yang akan diujikan agar waktu belajar lebih terarah.
TKA untuk jenjang SD dan SMP mencakup dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Berdasarkan informasi resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, soal TKA tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkan konsep dan melakukan penalaran.
Lantas, materi apa saja yang perlu dipelajari siswa SD dan SMP? Berikut panduannya.
Materi TKA SD yang Perlu Dikuasai
Bagi siswa kelas 6 SD, persiapan sebaiknya dimulai dengan memperkuat konsep dasar yang sudah dipelajari di sekolah. Anak juga perlu dibiasakan memahami pertanyaan sebelum menentukan jawaban.
1. Bahasa Indonesia
TKA Bahasa Indonesia SD berfokus pada keterampilan membaca, termasuk memahami teks informasi dan cerita fiksi. Berdasarkan kerangka asesmen Bahasa Indonesia SD, kemampuan yang diukur mencakup pemahaman informasi dan penarikan kesimpulan.
Beberapa hal yang perlu dilatih antara lain:
Menemukan informasi penting dalam bacaan.
Menentukan ide pokok dan informasi pendukung.
Memahami arti kata berdasarkan konteks.
Menyimpulkan isi cerita atau teks.
Memahami pesan dan hubungan antarperistiwa.
Orang tua bisa mengajak anak membaca cerita, artikel sederhana, atau teks informatif. Setelah membaca, tanyakan kembali isi bacaan untuk melatih pemahaman, bukan sekadar menguji daya ingat.
2. Matematika
Materi TKA Matematika SD mencakup tiga elemen utama, yakni bilangan, geometri dan pengukuran, serta data. Rincian ini dapat dilihat dalam kerangka asesmen Matematika SD.
Anak perlu berlatih operasi hitung, memahami pecahan, mengenali bangun datar dan bangun ruang, serta membaca tabel atau diagram. Soal cerita juga penting karena anak harus mengolah informasi sebelum menentukan cara penyelesaian.
Materi TKA SMP yang Perlu Dipelajari
Untuk siswa kelas 9 SMP, persiapan perlu diarahkan pada pemahaman konsep yang lebih mendalam. Anak tidak cukup hanya menghafal rumus, tetapi juga perlu mampu menghubungkan informasi dan menyelesaikan masalah dalam berbagai situasi.
1. Bahasa Indonesia
Pada jenjang SMP, siswa diuji melalui teks informasi dan teks fiksi. Mengacu pada kerangka asesmen Bahasa Indonesia SMP, kemampuan yang diukur meliputi pemahaman informasi tersurat, penarikan kesimpulan, serta evaluasi terhadap gagasan dalam teks.
Latihan dapat mencakup menemukan gagasan utama, menyimpulkan informasi tersirat, memahami hubungan sebab-akibat, menilai pendapat, dan membandingkan informasi.
Membiasakan anak membaca teks yang beragam dapat membantu mereka menghadapi pertanyaan yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.
2. Matematika
Materi Matematika SMP meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang. Penjelasan lengkapnya tersedia dalam kerangka asesmen Matematika SMP.
Siswa perlu memahami operasi bilangan, bentuk aljabar, persamaan, perbandingan, sifat bangun geometri, pengolahan data, dan peluang. Latihan sebaiknya tidak hanya berisi soal hitungan langsung, tetapi juga pertanyaan yang mengharuskan siswa memilih strategi penyelesaian.
Tips Belajar TKA agar Lebih Efektif
Setelah mengetahui materi yang perlu dipelajari, orang tua dapat membantu anak menyusun jadwal belajar yang realistis. Tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari. Sesi belajar singkat yang dilakukan secara konsisten bisa menjadi awal yang baik.
Prioritaskan materi yang belum dikuasai, lalu kombinasikan membaca konsep, mengerjakan latihan, dan membahas jawaban yang salah. Jika anak mengalami kesulitan, cari tahu penyebabnya sebelum menambah jumlah soal.
Untuk siswa SD, pendampingan orang tua masih penting agar anak merasa nyaman saat belajar. Sementara itu, siswa SMP dapat mulai dilatih membuat jadwal dan mengevaluasi hasil latihan secara mandiri.
Persiapan TKA Dimulai dari Pemahaman, Bukan Hafalan
Mengetahui daftar materi TKA SD dan SMP membantu keluarga menentukan prioritas belajar. Namun, keberhasilan persiapan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya soal yang dikerjakan.
Anak perlu memahami konsep, terbiasa membaca pertanyaan dengan teliti, dan mengetahui alasan di balik setiap jawaban. Dengan jadwal yang teratur serta dukungan orang tua, proses belajar dapat berjalan lebih terarah tanpa membuat anak merasa terbebani.
